Apa itu home scholing

“Homeschooling itu belajar di rumah, bukan?

“Homeschooling itu mengundang guru privat, bukan?”

“Homeschooling itu harus mengikuti bimbel, bukan?”

“Homeschooling itu gurunya orangtua, bukan?”

Begitulah kira-kira gambaran pertanyaan yang sering didengar dari orang yang ditanyakan tentang homeschooling. Jawaban manakah yang benar?

PKBM MNC tangsel sekolah paket C 15 agustus 19

Menurut saya, jawaban yang paling mendekati adalah gabungan dari keempat jawaban tersebut.

Walaupun, jawaban itu tak terlalu tepat, karena yang bisa menjadi guru dalam homeschooling tidak harus orangtua, tetapi homeschooling adalah sebuah model pendidikan di mana orangtua memilih bertanggung jawab sendiri dalam penyelenggaraan pendidikan anak-anaknya.

Homeschooling dalam Bahasa Indonesia biasa diterjemahkan sebagai “sekolah rumah”, bersekolah atau belajar di rumah, bukan di sebuah gedung sekolahan.

homeschoolingTangsel.jpg

Sementara banyak pakar pendidikan yang memilih istilah “sekolah mandiri”, yang makna dari kata tersebut adalah tanggungjawab dalam proses dan hasil pendidikan anak secara mandiri berada di pundak orangtua, bukan pada orang lain (guru atau lembaga sekolah formal).

HS MNC Cyberschool Manunggal Nusantara pkbm mnc.jpg

Di negara maju, istilah homeschooling dikenal dengan sebutan home education, home based learning atau sekolah mandiri yang dilaksanakan secara individu maupun berkelompok.

Sebagai istilah umum, homeschooling adalah fenomena belajar tidak di sekolah formal.

Secara umum, pengertian homeschooling adalah model pendidikan yang dipilih keluarga secara sadar dan bertanggung jawab atas pendidikan anaknya dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikannya.

pkbm mnc 15 agustus 2019.jpg

Bentuk-bentuk homeschooling berada dalam rentang yang lebar antara school-at-home (sekolah tapi di rumah) hingga unschooling (tidak bersekolah). Sebagian besar praktik homeschooling berada di antara kedua rentang itu.

Homeschooling merupakan pendidikan berbasis rumah yang memungkinkan anak berkembang sesuai dengan potensi diri masing-masing.

Lalu apa bedanya homeschooling dengan sekolah formal? Ada beberapa persamaan dan perbedaan antara homeschooling dengan sekolah formal.

Guru Virtual.jpg

Persamaan Homeschooling dan Sekolah Formal

Sekolah formal dan homeschooling merupakan model pendidikan anak.
Sekolah formal dan homeschooling bertujuan untuk mencari kebaikan dan menggali potensi optimal yang dimiliki anak.
Sekolah formal dan homeschooling sama-sama berfungsi mengantarkan anak-anak pada tujuan pendidikan, memiliki modal intelektual, mental, dan spiritual yang memadai untuk menghadapi masa depan dengan penuh harapan.

homeschooling MNC cyberschool indonesia online pkbm Tangsel

Perbedaan Homeschooling dan Sekolah Formal

Apa saja perbedaan homeschooling dan sekolah formal? Simak pembahasan berikut ini.

#1 Sistem Pendidikan

Sekolah Formal: Menggunakan standarisasi sesuai standar yang dipikirkan lembaga sekolah dan Departemen Pendidikan Nasional.

Homeschooling: Sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga.

#2 Fasilitas Pembelajaran

Sekolah Formal: Memiliki fasilitas yang lengkap dan bagus, seperti perpustakaan yang lengkap, laboratorium bahasa dan sains, lapangan olahraga dan kolam renang, dan fasilitas-fasilitas lainnya, sesuai dengan sekolah yang dipilih, terutama sekolah-sekolah internasional.

pendaftaran sekolah paket c pkbm mnc

Homeschooling: Secara umum lebih simple dan efisien, hanya menggunakan fasilitas yang ada

#3 Kurikulum

Sekolah Formal: Memiliki kurikulum relatif lebih “ketat” karena dirancang oleh para pakar dan praktisi pendidikan yang ada di lembaga sekolah (kurikulum sekolah) dan Departemen Pendidikan Nasional (kurikulum nasional).

mnc cyberschool 165 khayla rey r aisha  raihan rusyanti.jpg

Homeschooling: Memiliki kurikulum lebih fleksibel karena boleh menggunakan kurikulum seperti sekolah formal atau mengikuti kurikulum dari luar negeri, atau membuat kurikulum khusus sesuai kebutuhan dan minat anak.

#4 Jadwal Belajar

Sekolah Formal: Terjadwal secara ketat.

Homeschooling: Fleksibel, tergantung kesepakatan orangtua dan anak.

Panahan PKBM.jpg

#5 Penanggungjawab Pendidikan

Sekolah Formal: Sekolah dan guru

Homeschooling: Orangtua

mnc-cyberschool-165-khayla-rey-rusyanti-mnc

#6 Model Belajar

Sekolah Formal: Relatif sudah mapan dan biasanya turun temurun, orangtua hanya memilih sekolah yang diinginkan dan mengikuti model belajar di sana.

Homeschooling: Membutuhkan komitmen dan kreativitas orangtua untuk mendesain dan melaksanakan model belajar sesuai kebutuhan anak.

#7 Peran Orangtua

Sekolah Formal: Tidak begitu dominan, karena pendidikan dijalankan sistem dan para guru, tetapi masih dapat terlibat secara aktif.

Homeschooling: Dominan, sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak

pkbm mnc tangsel.jpg

Homeschooling VS Sekolah Formal

No Perbedaan Homeschooling  – Sekolah Formal
1 Sistem Pendidikan Sesuai kebutuhan anak –  Ada standarisasi
2 Fasilitas Sesuai kondisi dan keadaan- Sekolah Formal: Sesuai dengan kelengkapan di sekolah
3 Kurikulum Lebih fleksibel, Sekolah Formal:  Lebih “ketat” karena sudah disusun
4 Jadwal Belajar Lebih fleksibel sesuai kesepakatan, Sekolah Formal: Memiliki jadwal yang terstruktur
5 Penanggungjawab Orangtua, Sekolah Formal: Sekolah dan guru
6 Model Belajar Sesuai kreativitas orangtua, Sekolah Formal: Sudah memiliki model belajarnya tersendiri
7 Peran Orangtua Sangat dominan, Sekolah Formal: Kurang dominan, tetapi dapat terlibat secara aktif

homeschooling MNC di menara 165 jakarta selatan

Apakah Homeschooling Mahal Atau Murah?

Cara menjalankan homeschooling sangat tergantung pada keluarga penyelenggara homeschooling.

Berbeda dengan sekolah, dimana orangtua harus mengeluarkan sebuah biaya tetap yang telah ditetapkan (biaya gedung, seragam, buku, iuran bulanan, dan lain sebagainya). Para praktisi homeschooling memiliki fleksibilitas untuk menentukan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk anak-anak.

e-learning-pkbm mnc.jpg

Isu homeschooling bukan pada biaya yang harus dikeluarkan untuk pendidikan anak, tetapi pada komitmen dan kreativitas untuk menjalankan homeschooling.

Dengan biaya minimum, Anda dapat menjalankan homeschooling dengan kreativitas Anda.

Yang pasti, homeschooling tidak gratis karena Anda tetap membutuhkan materi-materi untuk pendidikan anak-anak Anda dan memperkaya pengetahuan Anda.

Homeschooling dapat menjadi murah kalau Anda dapat memanfaatkan sumber daya yang sudah Anda miliki sendiri. Misalkan, barang-barang yang di rumah, keluarga, teman, tetangga, dan fasilitas-fasilitas umum yang ada di sekitar Anda.

pkbm manunggal Nusantara cyberschool Indonesia.jpg

Anda tidak harus membeli, tetapi dapat meminjam, membeli barang bekas, melakukan daur-ulang (recycle), dan sebagainya.

Homeschooling Maupun Sekolah Formal Membutuhkan Peran Serta Orangtua Dalam Mendidik Anak

Semua sistem pendidikan pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Yang terpenting dalam mendidik anak adalah bahwa orangtua turut berperan secara aktif dalam memperhatikan dan mendidik anak mereka, baik dengan menggunakan sistem pendidikan formal maupun sistem pendidikan homeschooling.

Karena semua pendidikan dimulai dari keluarga. Peran serta orangtua akan sangat menentukan pendidikan anak mereka.

Apakah rubrik ini membantu Anda untuk lebih memahami perbedaan homeschooling dan sekolah formal?

Apakah Anda terbantu dengan adanya rubrik kali ini?

Apakah ada teman atau saudara Anda yang membutuhkan pengetahuan tentang homeschooling?

Bagikan rubrik ini agar banyak orang juga mendapatkan pengetahuan ini.

Sumber Referensi:

Aar. 11 Agustus 2009. Apa itu Homeschooling? Rumahinspirasi.com – https://goo.gl/SwTTr9

Mengenal Perbedaan Homeschooling dan Sekolah Formal

 

form-pendaftaran-mncyberschool-pkbm-MNC-Cyberschool-Manunggal-Nusantara2

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN 2019/2020  http://mnc.sch.id/2019/08/10/daftar/

Advertisements
Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close